Jumat, 30 Maret 2012

fakta tentang ayah

Fakta tentang ayah :
 Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,,menghadapi lebih sedikit kesulitan,lebih tidak tergantung pada siapapun dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
 Ayah membiarkanmu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
 Ayah tidak ada di album fhoto keluarga,karena dia yang selalu memotret.
 Ayah selalu tepat janji ! dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman,meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.
 Ayah selalu sedikit seduh ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan temen-teman mereka karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
 Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil(mengandungmu) tapi begitu kamu lahir ia mulai membuat revisi.
 Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil,seperti berenang di air setelah iya melepaskannya.
 Ayah mungkin tidak tahu jawaban sesuatu,tapi ia membantu kamu mencarinya.
 Ayah mungkin tampak galak di matamu,tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.
 Ayah lambat mendapat teman,tapi dia sahabat seumur hidup.
 Ayah benar-benar senang membantu seseorang tapi iya sukar meminta bantuan.
 Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda tapi iya bisa belajar dengan cepat.
 Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
 Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja,walaupun iya tidak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu.
 Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat,walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya.
 Ayah akan memberikanmu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu di bahunya,ketika pawai lewat.
 Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit,tapi iya tidak tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
 Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri,jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan,tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
 Ayah percaya orang harus tepat waktu karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.
 Iya akan melupakan apa yang iya inginkan,agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.
 Iya mengehntikan apa saja yang sedang di kerjakannya,kalau kamu ingin bicara.
 Iya selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester,meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya.
 Ayah mengangkat beban berat di bahumu dengan merengkuh tangannya di sekeliling beban itu.
 Ayah akan berkata tanyakan saja pada ibumu ketika iya ingin berkata tidak.
 Ayah tidak pernah marah,tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak perempuanya menginap di rumah temannya tanpa izin.
 Dan diapun hampir tidak pernah marah,kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok di kamar mandi.
 Ayah mengatakan tidak apa-apa mengambil sediit resiko asal kam u sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan.
 Puian terbaik bagi seoranh ayah adalah dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya.
 Ayah lebih bangga pada prestasimu,daripada prestasinya sendiri.
 Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meninggalkan rumah,kalau dia sampai memelukmu mungkin iya tidak akan pernah bisa melepaskannya.
 Ayah tidak suka meneteskan air matanya,ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya dia sangat senang samapai-sampai keluar air dari matanya (sssttt .. tapi bukan nangis)
 Ketika kamu masih kecil,ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu ketika kau mimpi akan di bunuh monster.
 Tapi .. ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak member kabar selama hampir satu bulan.
 Ayah bersikeras bahwa anak-anakmu kelakharus bersikap lebih baik daripada kamu dulu.
 Ayah bisa membuatmu percaya diri karena iya percaya padamu.

impulsivitas seksual

Impulsivitas seksual
Orang dengan implsivitas seksual (sexual impulsivity) tidak dapat mengontrol perilaku seksual mereka,dan mereka merasa terdorong untuk sering terlibat dalam aktivitas seksual tanpa pandang bulu. Walaupun kondisi tersebut tidak terdapat dalam diagnosis DSM-IV-TR,simtom dan perilaku orang dengan impulsivitas seksual cukup mirip dengan gangguan yang berhubungan dengan control impuls secara umum. Selama beberapa decade yang lalu,para klinisi telah melihat peningkatan jumlah klien yang mencari bantuan untuk menghadapi ketidakmampuan mereka mengontrol seksualitas. Beberapa ahli meyakini bahwa seksualitas yang tersedia dengan mudah di internet telah mendorong beberapa orang ke dalam sebuah dunia yang memudahkan mereka mencari tambahan kepuasan seksual melalui tampilan gambar-gambar seksual,ikut berpartisipasi dalam chat rooms yang berorientasi seksual,atau menghubungi orang lain yang mencari aktivitas yang berhadapan dengan seksual.
Karakteristik impulsivitas seksual
Orang dengan gangguan impulsivitas seksual menggemari seks,merasa tidak dapat mengontrol dorongan untuk mencari aktivitas yang berhadapan dengan seksual yang kemudian merek sesali. Dorongan tersebut sama dengan yang di deskripsikan pada gangguan control impuls yang lain,mencakup sebuah kondisi ketika individu terikat dengan kebutuhan terhadap seks. Orang-orang engan impulsivitas seksual merasa bahwa mereka tidak dapat mengendalikan jumlah aktivitas seksual atau konteks ketika mereka memulai perilaku seksual. Istilah seperti “kecanduan seksual”,”kompulsivitas seksual”,dan “keterganungan seksual” juga di gunakan untuk mencirikan gangguan tersebut,menunjukan dampak menyeluruh dari dorongan terhadap seksualitas terdapat dalam kehidupan orang-orang ini. Individu-individu dengan impulsivitas seksual umumnya memiliki sebuah kondisi lain yang mendampingi,seperti depresi,penyalahgunaan zat,atau kecemasan; faktanya,episode ketertarikan seks yang kuat terlihat muncul saat individu merasa depresi atau cemas.
Teori dan treatmen impulsivitas seksual
Sebuah gangguan yang berpotensi bahaya sebagai impulsivitas seksual memerlukan pendekatan komprehensif untuk dapat di pahami dan di berikan treatmen. Para ahli yang berorientasi pada perspektif biologis menyarankan bahwa impulsivitas seksual dapat di bandingkan dengan kecanduan lain,dengan dasar biokimia yang sama. Seperti gangguan-gangguan lain dalam spectrum obsesif kompulsi,impulsivitas seksual merespons SSRI. Treatmen untuk impulsivitas seksual mencakup sebuah kombinasi komponen psikologis yang berasal dari pendekatan yang berorientasi terhadap insight,perilaku,dan system keluarga. Terapi yang berorientasi insight berfokus untuk membawa individu mengenali inti konflik masalahnya yang memotivasi perilakunya tersebut. Konflik-konflik tersebut mencakup penyelesaian masalah nonseksual melalui cara-cara seksual,membutuhkan jaminan,dan perasaan tidak nyaman mengenai peran seks eseorang. Terapis juga dapat menolong klien mempelajari cara-cara mengatur afek dan menciptakan batasan seksual. Teknik perilaku mencakup kondisi tersembunyi yang tidak menyenangkan. Terapi keluarga atau pasangan juga merupakan komponene penting pada terapi bagi klien-klien yang terlalu berlebihan dalam melakukan perilaku seksual dalam konteks hubungan dekat dalam waktu yang lama.
Buku abnormal edisi 6 buku 2

kecanduan internet

Kecanduan internet
Sejak munculnya world wide web (WWW) dalam beberapa decade terakhir,para klinisi dan peneliti menyadari kondisi yang tampaknya berhubungan dengan gangguan control impuls. Kondisi tersebut disebut sebagai KECANDUAN INTERNET (internet addiction) yang merupakan sebuah kondisi control impuls ketika individu merasakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat di tunda untuk terlibat dalam aktivitas di internet. Kecanduan di internet tidak terdapat dalam DSM IV-TR,namun memberikan banyak karakteristik gangguan control impuls dan menciptakan substansi intrapsikis dan kekacauan hubungan interpersonal bagi orang-orang dengan kondisi yang tidak terkontrol tersebut.
Karakteristik kecanduan internet
Karena internet menyediakan sebuah dunia tanpa nama yang membuat individu memiliki akses ke dunia maya yang sering kali tidak terdapat sensor dan fantasi dapat menjadi liar. Beberapa individu terbawa dalam aktivitas-aktivitas yang menggunakan sejumlah waktu,tenaga,dan uang yang banyak sekali. Dengan berjalannya waktu,sebagaimana kasus dengan penjudi patalogis atau orang dengan impulsivitas seksual,seseorang yang kecanduan internet mengalami dorongan yang tidak dapat tertahan untuk berada dalam ruang chat,keterikatan dalam aktivis judi,atau membaca dengan teliti web pornografi. Istilah diagnostic informal,cyber disorder,telah di kembangkan oleh para praktisi dalam melihat masala utama klinis yang terkait internet dan mencakup subtype berikut ini :
1. Kecanduan cyber-sexual mencakup penggunaan web yang berorientasi seksual secara kompulsi.
2. Kecanduan cyber-reliationship dicirikan dengan keterlibatan yang berlebihan dalam hubungan secara online.
3. Kompulsi dalam jaringan,seperti judi,belanja,atau perdagangan secara online.
4. Kelebihan informasi,mencakup surfing web atau pencarian database.
5. Kecanduan computer yang mencakup keterlibatan secara impulsive dalam bermain game online.
Demografi yang berhubungan dengan kecanduan internet telah berubah dalam beberapa tahun. Pada awal adanya internet,para individu yang umumnya menggunakan internet adalah orang muda,introvert,dan para pria yang memiliki orientasi pada computer. Seiring dengan akses computer yang menjadi lebih umum dan bertambahnya jumlah wanita yang mengerti computer,demografi kecanduan pun juga berubah. Kecanduan internet pun berdampak pada biaya personal dan social yang tinggi. Pengelola kampus melaporkan bahwa tingginya angka mahasiswa yang dropout,bahkan pada mahasiswa yang memiliki keterampilan akademis yang baik,di hubungkan dengan pola pemakaian internet yang meluas. Survey di tempat kerja menyebutkan bahwa hampir sepertiga perusahaan di amerika serikat memecat pegawainya karena penggunaan internet yang tidak seharusnya. Perselingkuhan secara online yang meningkatkan pertemuan rahasia yang sebelumnya di lakukan langsung telah berkembang menjadi penyebab sebagaimana laporan pengacara bahwa internet berperan dalam peningkatan jumlah perceraian.

Teori dan treatmen kecanduan internet
Model biopsikososial dapat dingunakan untuk mengkonseptualisasikan kecanduan internet. Dalam istilah biologis,seperti gangguan lain yang di bahas pada bab ini,perubahan terjadi pada tingkat neurotransmitter di otak saat orang-orang terikat pada perilaku kecanduan. Perubahan tersebut menciptakan pergantian kondisi psikologis yang merupakan hasil sebuah perasaan euphoria. Dalam istilah proses psikologis,pengondisian klasik trjadi karena dorongan fisiologis yang menjadi terkondisikan pada beberapa tanda,seperti saat melihat sebuah computer ,menghidupkannya,atau menunggu informasi untuk di unduh. Secara internal,individu yang kecanduan merasakan sensasi,seperti kegairahan,stimulasi,kesenangan,dan kejutan yang pada saat itu mereka menjadi bergantung secara psikologis pada computer. Prinsip pengondisian operan juga berlaku pada perilaku yang berorientasi pada internet. Individu yang kecanduan di beri penguatan secara cepat yang memberikan kepuasan dalam konteks merasakan kegembiraan atau ketika terbebas dari kondisi disforia. Perspektif sosiokultural pada kecanduan internet berfokus pada dinamika keluarga,social,dan budaya perilaku tersebut. Beberapa orang menggunakan internet untuk melarikan diri dari konflik keluarga atau hubungan interpersonal,sebuah pilihan yang ironisnya sering kali melipatgandakan konflik semacam itu. Sebagaimana di sebutkan di atas,jumlah masalah interpersonal yang signifikan dapat muncul dari penggunaan internet,khususnya saat individu menghentikan relasi social,menjadi ketagihan dengan aktivitas internet mereka secara privasi,dan menjadi semakin teralineasi dari keluarga serta teman-teman. Sebuah lingkaran setan yang kemudian berkembang menjadi terciptanya disforia yang semakin meningkat,mengarah pada perilaku kecanduan yang lebih parah.
Orang yang ketagihan internet biasanya menolak mencari tratmen. Biasanya hanya orang terdekat yang mencari bantuan untuknya. Para peneliti pada area ini menyarankan klinisi untuk menangani masalah tersebut secara serius dan untuk tidak menyepelekan penggunaan internet pada tingkat yang menyebabkan kerusakan dalam kehidupan banyak orang. Dalam beberapa tahun belakangan,terdapat peningkatan dalam pelatihan professional dan akses sumber-sumber mengenai ketagihan internet yang bersifat edukasi seperti center of online ddiction (www.netaddiction.com) banyak teknik di gunakan dalam treatmen gangguan control impuls yang juga di pakai pada treatmen klien yang tidak dapat mengontrol penggunaan internet. Sebagai tambahan dalam psikoterapi individu,terapi pasangan juga di sarankan,khususnya dalam kasus ketika terdapat pengaruh yang mengganggu dari perilaku tersebut dalam sebuah hubungan.

Buku abnormal edisi 6 buku 2.

Jumat, 23 Maret 2012

teori kepribadian

Bagaimana pribadi seseorang dapat berkembang? Menurut teori Erikson dan Freud?
Teori perkembangan menurut Freud
Anak melewati serangkaian tahap yang secara dinamis berlainan selama 5 tahun pertama kehidupan, kemudian selama satu periode 5 atau 6 tahun berikutnya periode laten dinamika tersebut kurang lebih menjadi stabil. Dengan datangnya masa adolesen, dinamika itu muncul lagi kemudian secara bertahap menjadi tenang ketika remaja memasuki masa dewasa. Bagi Freud tahun tahun pertama kehidupan yang hanya beberapa itu memiliki peranan yang menentukan bagi pembentukan kepribadian.
Masing masing tahap perkembangan selama 5 tahun pertama di tentukan oleh cara cara reaksi suatu zona tubuh tertentu. Selama tahap pertama, yang berlangsung selama kira kira 1 tahun, mulut merupakan daerah pokok kegiatan dinamik. Tahap oral di susul dengan berkembangnya kateksis dan antikateksis di sekitar fungsi fungsi eliminasi, dan di sebut tahap anal. Tahap ini berakhir pada tahun kedua dan di susul dengan tahap phalik di mana organ organ seks merupakan zona zona erogen terpenting. Tahap tahap ini, yakni anal oral dan phalik di sebut tahap tahap pragenital. Anak anak kemudia memasuki periode laten yang cukup lama, yang secara dinamis di sebut tahun tahun yang tenang. Selama periode ini,impuls impuls cendrung berada dalam keadaan di represikan. Munculnya kembali dinamika pada masa adolesen yang dinamis mengaktifkan kembali impuls impuls pragenital apa bila impuls impuls ini berhasil di pindahkan dan di sublimasikan oleh ego maka sampailah orang pada tahap kematangan yang merupakan tahap akhir yakni tahap genital.
Tahap oral. Sumber kenikmatan pokok yang berasal dari mulut adalah makanan. Makan meliputi stimulasi sentuhan terhadap bibir dan rongga mulut,serta menelan atau,jika makanan tidak menyenangkan,memuntahkan keluar. Kemudian setelah gigi tumbuh maka mulut dipakai untuk menggigit dan mengunyah. Dua macam aktivitas oral ini,yakni menelan makanan dan menggit dan mengunyah. Dua macam aktivitas oral ini,yakni menelan makanan dan menggigit,merupakan prototype bagi cirri banyak karakter yang berkembang di kemudian hari. Kenikmatan yang di peroleh dari inkorporasi oral bias di pindahkan ke bentuk-bentuk lain,seperti kenikmatan yang di peroleh karena mendapatkan pengetahuan dan harta. Karena tahap oral ini berlangsung pada bayi sama sekali tergantung pada ibunya untuk mendapatkan makanan,pada saat dia di buai,dirawat dan di lindungi dari perasaan yang tidak menyenangkan olehnya,maka timbullah perasaan-perasaan tergantung padamasa ini.
Tahap anal. Setelah makanan di cernakan,maka sisa makanan di ujung bawah usus dan secara reflex akan segera di lepaskan keluar apabila tekanan pada otot lingkar dubur mencapai taraf tertentu. Pengeluaran faeses menghilangkan sumber ketidaknyamanan dan menimbulkan perasaan lega.
Tahap phalik. Selama tahap perkembangan kepribadian ini yang menjadi pusat dinamika adalah perasaan-perasaan seksual dan agresif berkaitan dengan mulai berfungsinya organ-organ genital. Kenikmatan masturbasi serta keidupan fantasi anak yang menyertai aktivitas autoerotic membuka jalan bagi timbulnya Oedipus compleks.
Tahap genital. Hal ini berdasarkan bahwa individu mendapatkan kepuasaan dari stimulasi dan manipulasi tubuhnya sendiri sedangkan orang-orang lain. Anak remaja mulai mencintai orang-orang lain terdorong oleh motif-motif altruistic buakn semata-mata cinta diri karena cinta diri atau narsistik.


Daftar pustaka:
Freud, S. The standard edition of the complete psychological works. J. Strachey (Ed). London: Hogarth Press,1953 - 1974.
Freud, S. The interpretation of dreams. In Standard edition, vols. 4 and 5. London: Hogarth Press, 1953. (First German edition,1900)
Freud, S. An outline of psychoanalysis. In Standard edition. Vol. 23. London: Hogarts Press, 1964. (First German edition 1940)
Teori perkembangan Erikson
Perkembangan berlangsung melalui tahap tahap seluruhnya ada 8 tahap menurut jadwal yang di kemukakan erikson. Empat tahap pertama terjadi pada masa bayi dan pada masa kanak kanak, tahap kelima pada masa adolesen dan terakhir pada tahun tahun dewasa dan usia tua. Erikson lebih menekankan pada masa adolesen karena masa tersebut merupakan masa peralihan dari kanak kanak ke masa dewasa. Apa yang terjadi pada masa ini sangat penting bagi tahap kepribadian dewas. Identitas, krisis krisis identitas, dan kekacauan identitas merupakan konsep konsep erikson yang sangat terkenal.
8 tahap perkembangan menurut Erikson:
• kepercayaan dasar versus kecurigaan dasar
Kepercayaan dasar terbentuk pada tahap oral dan di tunjukan oleh bayi lewat kapasitasnya untuk tidur dengan tenang, menyantap makanan dengan nyaman,dan membuang kotoran dengan santai. Masing-masing tahap awal ini membentuk ritualisasi yang di tunjukan pada masa kanak-kanak dan menambah ritual-ritual khusus bentuk ritual numinous yang menyimpang terungkap dalam kehidupan dewasa berupa pemujaan terhadap pahlawan secara berlebih-lebihan atau idolisme.
• otonomi versus perasaan malu dan keragu raguan
Pada tahap kedua kehidupan anak mempelajari apakah yang di harapkan dari dirinya,apakah kewajiban-kewajiban dan hak-haknya di sertai apakah pembatasan-pembatasan yang di kenakan pada dirinya.
• inisiatif versus kesalahan
Tahap psikosocial ketiga,yang setara dengan tahap lokomotor genital Dlam psikososialitas,ialah tahap inisiatif,suatu masa untuk memperluas penguasaan dan tanggung jawab.
• kerajinan versus inferioritas
Pada tahap keempat pada proses epigenetic ini anak harus belajar mengontrol imajinasinya yang sangat kaya,dan mulai menempuh pendidikan formal.
• identitas vesus kekacauan identitas
Selama masa adolesen,individu mulai merasakan suatu perasaan tentang identitasnya sendiri,perasaan unik namun siap untuk memasuki suatu peranan yang berarti di tengah masyarakat,entah peranan bersifat memperbaharui.
• keintiman versus isolasi
Dalam tahap ini langsung ke general,orang-orang dewasa awal siap dan ingin menyatukan identitasnya dengan orang-orang lain.
• generativitas versus stagnasi
Ciri tahap generativitas adalah perhatian terhadap apa yang di hasilkan keturunan,produk-produk,ide-ide dan sebagainya serta pembentukan dan penetapan garis-garis pedoman untuk generasi pendatang.
• integritas versus keputusasaan
Integritas paling tepat di lukiskan sebagai suatu keadaan yang di capai seseorang setelah memelihara benda-benda dan orang-orang,produk-produk,ide-ide dan setelah berhasil menyesuaikan diri dengan keberhasila-keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupan.
Daftar pustaka
Erikson, E. H. childhood and society. New York: Norton, 1950, 2nd ed. Revised and enlarged, 1963.
Erikson, E. H. insight and rensponsibility. New York: Norton, 1964.
Erikson, E. H. identify: youth and crisis. New York: Norton, 1974


Apa itu kepribadian sehat?
kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. Kata kunci dari pengertian kepribadian adalah penyesuaian diri. Scheneider (1964) mengartikan penyesuaian diri sebagai “suatu proses respons individu baik yang bersifat behavioral maupun mental dalam upaya mengatasi kebutuhan-kebutuhan dari dalam diri, ketegangan emosional, frustrasi dan konflik, serta memelihara keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan tersebut dengan tuntutan (norma) lingkungan.

sejarah kesehatan mental

Konsep sehat itu apa?
Pada masa lalu, sebagian besar individu dan masyarakat memandang sehat dan sakit sebagai sesuatu Hitam atau Putih. Dimana kesehatan merupakan kondisi kebalikan dari penyakit atau kondisi yang terbebas dari penyakit. Anggapan atau sikap yang sederhana ini tentu dapat diterapkan dengan mudah; akan tetapi mengabaikan adanyarentang sehat-sakit. Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21sehat dipandang dengan perspektif yanglebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekuasaan, hubungan kasih sayang, semanga thidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, 1994).

Ada pula yang memahami konsep sehat itu tidak dapat pernah di lepaskan dari pengaruh sejarah dan kemajuan kebudayaan sepanjang sejarah makna sehat dan sakit ternyata di pengaruhi oleh peradaban selain itu taraitmen yang dilakukan juga di sesuaikan dengan pemahaman terhadap kesehatan tersebut.

Sejarah Perkembangan Kesehatan Mental & dimensinya
Sejarah kesehatan mental merupakan cerminan pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang di berikan. Ada beberapa pandangan masyarakat terhadap gangguan mental di dunia barat,antara lain, akibat kekuatan supranatural,dirusak oleh roh/setan,di anggap criminal karena memiliki derajat kebinatangan yang besar,di anggap memiliki cara berfikir irasional,dianggap sakit,merupakan reaksi terhadap tekanan/stress merupakan perilaku maladaptive,melarikan diri dari tanggung jawab.
Seperti juga psikologi yang mempelajari hidup kejiwaan manusia, dan memiliki usia sejak adanya manusia di dunia, maka masalah kesehatan jiwa itupun telah ada sejak beribu-ribu tahun yang lalu dalam bentuk pengetahuan yang sederhana.
Beratus-ratus tahun yang lalu orang menduga bahwa penyebab penyakit mental adalah syaitan-syaitan, roh-roh jahat dan dosa-dosa. Oleh karena itu para penderita penyakit mental dimasukkan dalam penjara-penjara di bawah tanah atau dihukum dan diikat erat-erat dengan rantai besi yang berat dan kuat. Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Perancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa.
Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila. Sangat banyak jasanya dalam memperluas dan memperbaiki kondisi dari 32 rumah sakit jiwa di seluruh negara Amerika bahkan sampai ke Eropa. Atas jasa-jasa besarnya inilah Dix dapat disebut sebagai tokoh besar pada abad ke-19.
Tokoh lain yang banyak pula memberikan jasanya pada ranah kesehatan mental adalah Clifford Whittingham Beers (1876-1943). Beers pernah sakit mental dan dirawat selama dua tahun dalam beberapa rumah sakit jiwa. Ia mengalami sendiri betapa kejam dan kerasnya perlakuan serta cara penyembuhan atau pengobatan dalam asylum-asylum tersebut. Sering ia didera dengan pukulan-pukulan dan jotosan-jotosan, dan menerima hinaan-hinaan yang menyakitkan hati dari perawat-perawat yang kejam. Dan banyak lagi perlakuan-perlakuan kejam yang tidak berperi kemanusiaan dialaminya dalam rumah sakit jiwa tersebut. Setelah dirawat selama dua tahun, beruntung Beers bisa sembuh.
Di dalam bukunya ”A Mind That Found Itself”, Beers tidak hanya melontarkan tuduhan-tuduhan terhadap tindakan-tindakan kejam dan tidak berperi kemanusiaan dalam asylum-asylum tadi, tapi juga menyarankan program-program perbaikan yang definitif pada cara pemeliharaan dan cara penyembuhannya. Pengalaman pribadinya itu meyakinkan Beers bahwa penyakit mental itu dapat dicegah dan pada banyak peristiwa dapat disembuhkan pula. Oleh keyakinan ini ia kemudian menyusun satu program nasional, yang berisikan:
1. Perbaikan dalam metode pemeliharaan dan penyembuhan para penderita mental.
2. Kampanye memberikan informasi-informasi agar orang mau bersikap lebih inteligen dan lebih human atau berperikemanusiaan terhadap para penderita penyakit emosi dan mental.
3. Memperbanyak riset untuk menyelidiki sebab-musabab timbulnya penyakit mental dan mengembangkan terapi penyembuhannya.
4. Memperbesar usaha-usaha edukatif dan penerangan guna mencegah timbulnya penyakit mental dan gangguan-gangguan emosi.
William James dan Adolf Meyer, para psikolog besar, sangat terkesan oleh uraian Beers tersebut. Maka akhirnya Adolf Meyer-lah yang menyarankan agar ”Mental Hygiene” dipopulerkan sebagai satu gerakan kemanusiaan yang baru. Dan pada tahun 1908 terbentuklah organisasi Connectitude Society for Mental Hygiene. Lalu pada tahun 1909 berdirilah The National Committee for Mental Hygiene, dimana Beers sendiri duduk di dalamnya hingga akhir.
Memahami setiap pandangan yang muncul mengenai sakit mental menolong kita untuk memiliki gambaran yang menyeluruh dan integral mengenai apa itu gang guan mental yang sesungguhnya. Ini juga akan membantu untuk melakukan upaya-upaya dalam penanganan atau treatmen terhadap individu yang mengalami gangguan mental,sebab pandangan yang muncul dan berkembang mengenai gangguan mental,sedikit banyak memiliki kebenaran yang perlu di perhatikan. Apalagi masalah gangguan mental bukanlah semata mata gejala fisik saja. ,masih banyak wilayah-wilayah yang belum terjangkau oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini di miliki,sehingga upaya-upaya untuk mewujudkan kesehatan mental,tidak bisa di lakukan berdasarkan pandangan yang berat sebelah saja dan sudut pandang tertentu.
Dasar dan Tujuan Mempelajari Kesehatan Mental
Kesanggupan seseorang untuk hidup rela dan gembira bergantung pada sejauh mana ia menikmati kesehatan mental. Kesehatan mental yang wajar adalah yang sanggup menikmati hidup ini, rela kepadanya, menerimanya dan sanggup membentuknya sesuai dengan kehendaknya.
Pemahaman terhadap kesehatan mental yang wajar memestikan akan pengetahuan tentang konsep dasar kesehatan mental, seperti yang telah dijelaskan oleh para psikolog, yaitu motivasi (motivation), pertarungan psikologikal (psychologgical conflict), kerisauan (anciety), dan cara membela diri.
Motivasi adalah keadaan psikologis yang merangsang dan memberi arah terhadap aktivitas manusia. Dialah kekuatan yang menggerakkan dan mendorong aktivitas seseorang. Motivasi dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu motivasi primer (biologis) yang mempunyai kaitan dengan dengan proses organik atau yang timbul dari kekurangan atau kelebihan pada sesuatu yang berkaitan dengan struktur organik manusia. Kedua, motivasi sekunder (psikologi) yang jelas tidak ada kaitannya dengan organ-organ manusia.
Pertarungan psikologis adalah terdedahnya (tercegahnya) seseorang kepada kekuatan-kekuatan yang sama besarnya yang mendorongnya kepada berbagai hal dimana ia tidak sanggup memilih salah satu hal tersebut.
Kerisauan, secara umum, adalah pengalaman emosional yang tidak menggembirakan yang dialami seseorang ketika merasa takut atau terancam sesuatu yang tidak dapat ditentukannya dengan jelas. Biasanya keadaan ini disertai perubahan keadaan fisiologis, seperti cepatnya debaran jantung, hilang selera makan, rasa sesak nafas, dan lain sebagainya.
Cara membela diri merupakan cara yang dibuat dan dilakukan oleh seseorang secara tidak sadar untuk menghindarkan dirinya menghadapi pergolakan kerisauan yang dihadapi dan kekuatan-kekuatan yang bertarung dengan nilai-nilai, sikap dan tuntutan masyarakat.
Mempelajari kesehatan pada berbagai ilmu itu pada prinsipnya bertujuan sebagai berikut:
1. Memahami makna kesehatan mental dan faktor-faktor penyebabnya.
2. Memahami pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam penanganan kesehatan mental.
3. Memiliki kemampuan dasar dalam usaha peningkatan dan pencegahan kesehatan mental masayarakat.
4. Meningkatkan kesehatan mental masyarakat dan mengurangi timbulnya gangguan mental masyarakat.

Ed.revised and enlarged,1963.
Hall,C.S.& Lindzey, G.Theories of Personality. New York :John Wiley &Snons.(1957,1970,1978)
Maddi, S.R. Personality Theories. A Comparative Analysis. Homewood,Ill.: The Dorsey Press,(1980).